Temanku [tataplah sahabatku?]

n1530550874_106519_9441

/me

Ini mengenai prinsip, yang akan aku tanggung lahir dan batin, akan aku kenang sepanjang masa.

ketika engkau sebagai temanku yang datang kepadaku dan menceritakan tentang apa yang kau butuhkan, walaupun rumit namun kalau menurut ku itu mengasyikan, dengan sekuat tenaga yang ku miliki, segenap pikiran yang ku miliki, akan ku bantu engkau wahai sahabatku.

Aku hanyalah seorang teman yang siap untuk dilupakan, ya aku yakin akan hal itu. Aku hanyalah seorang teman yang  melakukan dan mengaminkan apa yang engkau inginkan tanpa mengharapkan balas jasa sedikitpun.

Aku hanyalah seseorang yang berusaha mampu untuk menerima sebuah penyangkalan dari seseorang yang telah ku anggap sebagai teman. ya, Aku hanyalah seorang teman, teman yang mempunyai tugas menegakkan prinsip-prinsip yang pernah dibangun bersama yang mungkin pernah dilanggar, sebuah komitmen, serta segala harapan yang pernah terpatri bersama yang entah penuh keikhlasan ataupun kepura-puraan.

Tentu saja, Pertemanan ini tidak hanya di tentukan oleh mereka yang merasa mempunyai kontribusi terbesar atau yang terpenting dari pertemanan ini. Namun bukanlah menjadi suatu hal yang memalukan untuk mereka bisa mempertimbangkan kaidah-kaidah atau norma-norma yang telah mereka ajarkan atau yang pernah kita pegang bersama, walaupun akhirnya kita akan merasakan semua itu tidak mudah untuk dijalani.

Aku hanyalah  teman. ya, hanya teman yang bisa membantu untuk membuat engkau memiliki konsistensi, prinsip, dan pegangan tanpa mengabaikan ikatan moral dalam jiwamu yang entah masih memiliki rasa ataupun telah mati tergilas oleh kegelisahan yang terlahir dari keangkuhan.

Wahai temanku, ini hanya mengenai prinsip tidak terikat kompetensi atau perburuan eksistensi. Namun hal pasti yang telah tergambarkan adalah sebuah kebahagiaan yang ku miliki jikalau engkau telah memilih jalanmu.

Seperti halnya disaat engkau datang dan menceritakan segala keingintahuanmu kepadaku, begitupulah kisah ini kuceritakan tentang segala kekecewaan yang aku rasakan.

Baiklah teman. Senang melihat kebahagaianmu, senang pernah membantumu, serasa hidup yang kujalani ini seperti tak tertandingi kebahagiannya bila melihat kepalamu tegak bersama mereka. Satu harapku untukmu, tetaplah menjaga konsistensimu, seperti engkau memeluk erat-erat prinsip pertemanan yang engkau usung selama ini.

Salam,

Nur Alam Mn / 230909

5 responses to “Temanku [tataplah sahabatku?]

  1. Hmmmm…
    TEMANku..Sepertinya kita Jangan terlena dengan pandangan di Depan,namun hendaknya sesekali menengok ke Belakang untuk mengambil Hikmah dari apa yang sudah pernah Kita lewati bersama TEMANku…

  2. Pingback: Mulai ngeblog lagi « Nur Alam MN·

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s