Tentang ALAM

Humbold bay view from angkasa

Humbold bay view from angkasa

Nama yang mungkin bagi sebagian orang adalah nama biasa yang begitu “pasaran”, atau juga sama sekali tidak terpikirkan bagi sebagian orang yang lain, atau sedikit berpengaruh dalam kehidupan segelintir orang yang ada di sekitar Alam. Namun bukan itu esensi dari kisah ini melainkan sang pemberi inspirasi dari lahir nya nama-nama itu yang memberi nuansa hijau yang bermakna kemakmuran, kesuburan, warna, kedamaian dan yang senantiasa indah di mata setidaknya bagi yang mencintai Alam.

Alam merupakan karya ilahi, yang terus menggiring akal kita pada persoalan eksistensi. Bahkan Keimanan sering disalahpahami dengan ‘percaya’, keimanan diawali dengan usaha-usaha memahami kejadian dan kondisi Alam sehingga timbul dari sana pengetahuan akan adanya Yang Mengatur Alam semesta ini, dari pengetahuan tersebut kemudian akal akan berusaha memahami esensi dari pengetahuan yang didapatkan.

Sekian abad silam, para filsuf naturalistik telah meramu konsep hubungan manusia dengan Alam, tentang bagaimana seharusnya manusia memperlakukan Alam. Dalam kehidupan manusia, ada dua sisi berlawanan yang menjadi tolak ukur dalam bertingkah laku di atas bumi, baik-buruk, bagus-jelek, indah dan tidak indah dan seterusnya. Seperti konsep yang dikenal lebih jauh sebagai Yin dan Yang. Sebuah konsep yang punya kaitan erat dengan Pencipta, Alam dan diri manusia.

Alam adalah karya Ilahi yang sangat indah. Memandangnya akan membuat hati damai. Tuhan tak pernah mencipatakan alam dalam keadaan tidak indah. Manusialah yang membuat Alam manjadi tidak indah, hingga secara kausa, Alam kadang menjadi boomerang, malapetaka. Dalam bingkai religius, Alam adalah pelayan manusia sekaligus guru baginya. Pada dapat menundukkan Alam, tapi secara sadar maupun tidak, hidup kita dikekang dan diatur oleh Alam. Musim yang datang silih bergantian jadi titik acuh pola hidup manusia. Musim bisa saja mendatangkan kebahagiaan juga bisa saja memberikan penderitaan. Suatu hal yang selalu berubah sepanjang perjalan waktu. Kata seorang sahabat, apa yang abadi di dunia ini.

Saat Alam murung sebaiknya kita waspada sebelum semuanya jadi terporak-porandakan akibat kemurkaannya. semua bisa saja terjadi tanpa di prediksikan sebelumnya. Sudah saatnya bagi kita semua mencintai apa yang sudah diberilan oleh Alam kepada kita karena kita selalu dan selalu akan bertalian dengannya.

Demikianlah cerita tentang Alam ini yang mungkin akan selalu terabaikan…

*Dari berbagai sumber

*Foto : Koleksi Pribadi

Salam,

Nur Alam Mn / 240909

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s