Road to Singapore [1], One day Trip

Harbour front

Singapura, negara multikultur yang sangat indah, luasnya kir-kira 692km2, lebih layak bagi saya kalau tempat ini dikatakan sebuah kota indah. bulan lalu saya saya berkesempatan mengunjungi negara terkecil di asia tenggara ini. sedikit saya akan menceritakan pengalaman perjalanan saya saat memasuki di singapura beberapa saat yang lalu.

Sebenarnya saya tidak pernah mempunyai rencana khusus untuk mengunjungi negara ini, beruntung dari kantor mengirim saya untuk mengikuti pameran pariwisata yang di adakan di kota batam tepatnya di Mega Mall Batam Centre.

Dari jayapura ke pulau batam saya menggunakan pesawat lion air transit 2 kali di makassar dan jakarta. byuh.. sangat melelahkan mengingat jarak dari papua ke sumatra [jadi ingat lagu perjuangan dari sabang sampai merauke :D].

Setelah beberapa hari berkegiatan di batam barulah saya dan beberapa rekan dari jayapura merencanakan kunjungan ke singapura menggunakan jasa travel agent yang ada di batam bekerja sama dengan TA di singapura yang nantinya mereka yang megantarkan kami jalan2 di kota singa ini.

Pelabuhan Ferry internasional berada di kawasan Batam Centre kota batam bersebelahan dengan tempat kegiatan pameran. untuk mendapatkan tiket ferry tidak harus di pelabuhan banyak tempat yang menjual tiket ferry salah satunya di bandara Hang Nadim Batam. dan kalau tidak salah disana lebih murah dari pada beli di pelabuhan.

Biro perjalanan yang menawarkan jasa ke saya meminta Rp.750.000 untuk ongkos travel selama sehari di singapura. yang sudah mencakup : Tiket ferry Batam-singapura-Batam, Tax Pelabuhan, [khusus di batam], jasa Guide lokal singapura beserta bus yang mengantar kita, dan Makan Siang di restauran thailand. Adapun tempat2 yang di kunjungi adalah: City Hall, Merlion Statue, Litlle India, Makansiang di restoran thailand, China town, bukit singapura, Duty Free, Orchad Road, dan Vivo City.

Sebagai pemula yang baru pertama kali menggunakan jasa seperti ini apalagi tempat yang di kunjungi adalah luar negeri saya menyanggupi saja harga segitu. walaupun belakangan saya merasa sebenarnya saya bisa pergi sendiri ke singapura tanpa menggunakan jasa biro perjalanan dan mungkin bisa lebih murah dari Rp.750.000😀.

Setelah kita check-in di perusahaan ferry selanjutnya adalah pengurusan fiskal dan keimigrasian. memang semuanya ini di lakukan oleh Travel Agent yang kita gunakan jasanya tetapi tidak ada salahnya kalau saya juga mengamati apa yang di lakukan untuk menjadi bahan pengetahuan dan pengalaman pribadi.

Dulunya fiskal untuk ke singapura melalui laut adalah Rp.500.000 lebih murah daripada melalui udara Rp.1.000.000. namun setelah ada kebijakan fiskal dari pemerintah setiap warga negara yang memiliki NPWP dibebaskan dari pembayaran fiskal ke luar negri dan yang tidak memiliki NPWP harus membayar Rp. 1.000.000 walaupun lewat laut. nah masalahnya saya tidak punya NPWP Huuuaaaahhhhhhhhhhhhh….. terpaksa deh harus bayar 1jeti dari pada nggak bisa ke singapura secara singapur udah berjarak satu jam di depan mata heheh…. untuk teman-teman yang hendak ke luar negeri jangan lupa selain Paspor, dan visa [ke negara tertentu], NPWP juga wajib ikut serta kalau nggak mau nombok.

Setelah semua urusan mulai dari check-in tiket, fiskal, dan urusan imigrasi selesai saya dan beberapa rekan langsung menuju ke ferry yang sudah siap bertolak.

Ada dua perusahaan ferry yang paling banyak di gunakan, Pinguin dan Batam Fast. Yang saya gunakan adalah Batam Fast. ferrynya biasa saja, tetapi masih lebih bagus dari ferry2 yang pernah saya gunakan sebelumnya walaupun tidak sebagus kapal pesiar [hehehe kalau itu bagus bangeeettt…]. di ferry kita bisa memilih tempat duduk di bagian atas ferry menikmati sebatang rokok sambil menikmati terpaan angin laut yang tidak begitu kencang namun tidak juga membuat ngantuk karena rasa penasaran ingin cepat nyampe ke seberang, atau anda bisa memilih di tempat duduk bagian bawah yang ber AC bisa nonton tivi tapi tidak bisa foto2😀.

Perjalanan Batam singapura memakan waktu sekitar satu jam. sebelum merapat di Harbourfront Singapore, ferry kedatangan petugas bea cukai singapura (I C A) yang sedang melakukan pemeriksaan rutin, namun menurut beberapa penumpang hal ini tidak sering terjadi hanya di saat-saat tertentu. pada saat petugas Singapura masuk ke ruangan kapten saya melihat tulisan besar di sana “WELLCOME TO SINGAPORE” merinding, senang, dan bercampurlah semua perasaan karena ini pengalaman pertama ke Singapura dan di sini di Harbourfront untuk pertama kali pasporku mendapatkan cap.

Setelah keluar dari ferry saya langsung berhadapan dengan antrian yang sangat panjang di imigrasi singapura. ferry yang saya naiki adalah ferry pertama padapagi hari itu, namun merupakan yang ke tiga yang sandar di harbourtfront karena ferry pinguin sudah dua kali mengantar penumpang. hal inilah yang membuat antrian begitu panjangnya dan di mulai dari sini saya melihat Karakter singapura.

Sambil mengantri saya melihat ke sekeliling banyak sekali peringatan berbahasa inggris, mandarin dan bahasa melayu terpampang di dinding. dan juga saya memperhatikan running text yang memberikan informasi kepada pengunjung untuk menyiapkan semua dokumen yang di perlukan, juga peringatan untuk menunjukan barang bawaan seperti rokok. untuk di ketahui Rokok di singapura sangat ketat penggunaannya, saya sarankan bagi perokok untuk tidak usah membawa rokok ke singapura. karena akan di kenakan “FINE” atau denda, namun ada kebijakan untuk rokok yang sudah di buka atau rokok yang sudah di hisap beberapa batang sebelumnya.

Petugas imigrasi di Harbourfront saya perhatikan tidak terlalu cerewet dan banyak tanya namun kita tetap harus siap dengan jawaban rasional kalau-kalau mereka memberikan pertanyaan. Terus terang saya saat berhadapan dengan mereka saya cukup tengang namun tetap memberikan senyuman termanis supaya kelihatan baik😛, mereka hanya memberikan 1 pertanyaan dan 1 permintaan yaitu 1. What are you doing in Singapore sir? saya jawab: just exploring (tentunya sambil senyum).. berikutnya petugas meminta Id card “May I see your ID card Please” saya menjawab: ohh… sambil mengambil KTP dari dompet dan menyerahkan ke mereka. setelah dicocok-cocokan antara paspor dan ktp petugasnya langsung membubuhi CAP ijin masuk ke Singapura ke paspor dan mengembalikan ke saya dengan senyuman ramahnya byuuhhh leganya hatiku karena bisa masuk singapura.

Sekian dulu ceritanya yah nanti saya lanjutkan dengan cerita perjalanan di sana…

Salam,

Alan Mn / 130810

2 responses to “Road to Singapore [1], One day Trip

  1. whooaaa .. mantap bang .. oleh2 dank biar cuma kwaci biji matahari .. (NOBITA stauww)
    btw .. nice story .. pengen jga …

  2. Pingback: Road to Singapore (2); Marina Bay « Nur Alam MN·

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s