Musamus, Rumah “Semut” Dari Merauke.

Apabila anda ke Papua khususnya Kota Rusa Merauke, Jangan lewatkan untuk melihat karya alami semut merauke berupa gundukan tanah berwarna coklat yang tingginya bisa sampai 5 meter bahkan ada yang lebih.

Musamus

Rumah Semut begitu orang menyebutnya,Silahkan anda Search di internet, info yang di dapatkan kebanyakan informasi yang disampaikan Musamus adalah Rumah semut. padahal Musamus begitu sebutan penduduk lokal merupakan “istana” yang dibangun oleh koloni rayap. Menggunakan campuran dari rumput kering sebagai bahan utama dan liur sebagai semen untuk merekatkannya, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun istana rayap ini.

Sarang "Semut"

Keistimewaan dari rumah rayap ini adah rancangan ventilasinya yang berupa lorong-lorong yang membantu melindungi dari air hujan, dan membantu melepas panas ke udara ketika musim panas tiba. Karena berbagai keistimawaan yang dipunyainya, maka tidak heran musamus dijadikan lambang daerah Kabupaten Merauke. Musamus ini hanya dapat ditemukan di beberapa tempat di dunia, dan untuk di Indonesia mungkin hanya ada di Merauke saja. Kita dapat menemukan Musamus di Taman Nasional Wasur dan di beberapa wilayah di Kabupaten Merauke.

Jadi kalau sempat ke Maerauke, Jangan lupa Musamus🙂

Photo by : Christoff Ariwei

All Musamus Photo by : Nur Alam MN

7 responses to “Musamus, Rumah “Semut” Dari Merauke.

  1. @koran Anak Indonesia : terimakasih masukannya, seperti begitulah yang kami jelaskan di paragraf kedua pada tulisan diatas. sudah dibaca belum?

    “Rumah Semut begitu orang menyebutnya,Silahkan anda Search di internet, info yang di dapatkan kebanyakan informasi yang disampaikan Musamus adalah Rumah semut. padahal Musamus begitu sebutan penduduk lokal merupakan “istana” yang dibangun oleh koloni rayap. Menggunakan campuran dari rumput kering sebagai bahan utama dan liur sebagai semen untuk merekatkannya, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun istana rayap ini.”

    Dan karena itu padajudul kami memberikan tanda petik (“) pada kata Semut (“Semut”) karena bukan semut sebenarnya. terima kasih🙂

  2. makasih kunjungannya ivanandino, postingan ini dari berbagai sumber di google dan terjun lapangan. untuk foto2nya merupakan dokumentasi pribadi🙂

  3. Pingback: Musamus, Rumah “Semut” Dari Merauke | Welcome to My Blog·

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s