Secuil Keindahan Laut Papua

Beberapa hari menjelang puasa tepatnya tnaggla 23 juli 2011 lalu hujan deras mengguyur kota jayapura dan sekitarnya, saking lebatnya terjadi banjir dibeberapa daerah yang berdekatan dengan kali dan sungai. Tepat jam 11 malam handphone saya “bergetar” seorang teman mengirimkan pesan singkat “Bro jangan lupa besok Jam 5 dan paling lambat jam 5.30 kita sudah kumpul di kolam”. kolam yang di maksudkan pada pesan singkat itu adalah Kolam Renang Tirta Mandala jayapura. Sebelum membalas SMS tadi saya sempat berfikir “Gila… beneran nih jadi besok mau diving? mana hujan deras kayak gini”…

Frederik, pak Sembiring, Muhdi, pak Thomas Supoyo, Kasev, Sury, Gin-Gin

Lumba-lumba Diving Club

Memang Dua hari sebelumnya beberapa anggota Lumba-lumba Diving Club beserta Dive Masternya merencanakan kegiatan Diving yang akan dilaksanakan di Depapre. rencananya kami akan turun di Teluk Depapre dan Harland yang juga merupakan spot andalan di depapre kabupaten Jayapura.

Dengan sedikit perjuangan m menembus hujan akhirnya kami berkumpul juga di kolam tirta mandala dan langsung menyiapkan alat-alat yang akan digunakan. kami berenam Bang Kasev, Bang Muhdi, bang Frederik Pak Sembiring, pak Thomas dan saya sendiri karena kamilah yang tempat tinggal paling dekat dengan Lumba-lumba Diving Club Sedangkan beberapa teman lain akan menyesuaikan karena rumah mereka sejurus dengan “TKP”.

Setelah pengecekan dan konfirmasi terakhir dari 12 orang yang berencana ikut ternyata hanya 9 orang yang pasti. sedangkan 3 teman lainnya ada kegiatan lain. dan setelah semua persiapan sudah ok kami pun memulai perjalanan Jayapura-Depapre menempuh jarak kurang lebih 70 kilometer yang kami tempuh dengan 1,5 jam perjalanan. Sesampainya kami Didepapre hujan belum juga reda, terlihat arus di laut agak kuat namun menurut Pak Thomas tidak masalah dan kami bisa dive. selanjutnya sebelum memulain “pasang alat” yang harus dilakukan adalah menyewa Boat untuk mengantarkan kami ke Spot. namun semua pemilik Boat yang disewakan sedang beribadah digereja karena saat itu hari minggu dan mayoritas penduduk Kampung Depapre adalah Nasrani.

Sambil menunggu pemilik Boat, masing-masing dari kami mempersiapkan alat selam yang akan digunakan mulai dari tabung oksigen, bcd, regulator, fin, masker, dan tentunya pemberat. Ternyaa pemberat yang ada kurang untuk kebutuhan 9 orang rata2 menggunakan pemberat lebih dari 2kilo saya sendiri menggunakan 6 pemberat itupun sudah saya kurangi 1 kilo darikebiasaan menyelam sebelum2nya. maklum masih pemula supaya tenggelam pake pemberatnya banyak apalagi wetsuite yang saya gunakan cukup tebal 3.0mm. namun masalah pemberat ternyata mudah diatasi caranya divemaster turun tanpa pemberat namun wetsuti yang di pakai harus diganti dengan yang lebih tipis bahkan pak thomas dive master kepala turun tanpa wetsuit heheheh… kalau saya mungkin bisa kedinginan nanti.

Setelah semuanya siap begitu pulan dengan boat kami bersembilan menuju ke Spot diving kita hari itu. boat dikemudikan oleh pak thomas (kebetulan namanya sama dengan divemaster kami beserta 1 orang asistennya).

Depapre Reef :

Dari persiapan sampai turun Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti baik dari saya ataupun teman-teman yang lain. setibanya kami didasar (kedalaman 15 meter) kami langsung menikmati keindahan nya tapi tetap fokus juga memperhatikan instruksi dari Dive master yang sesekali balik belakang dan menanyakan keadaan kami dengan kode “ok”nya penyelam dan kami selalu menjawab “ok” karena memang tidak ada masalah sesekali melakukan mask clearing (membersihkan masker kalau kemasukan air) dan Equalizing (menjaga tekanan agar gendang telinga tidak sakit).

Saya sedikit beruntung karena walaupun semalaman hujan deras dan samapi saat itu masih hujan, tapi Visibility airnya cukup bagus dan memungkinkan saya untuk memotret keindahan bawah laut Daerah yang baru pertama kali saya datangi dan langsung turun kedasar laut untuk menikmati sisi lain ruang kehidupan yang begitu indahnya sungguh luar biasa.

Tidak sampai disitu di spot inilah saya untuk pertama kali juga melihat ikan pari kecil yang belakangan saya ketahui dari internet ikan itu adalah keluarga dari Tiger Ray atau Ikan pari harimau karna motif warna dibagian punggung pari itu mirip seperti warnanya harimau.

di spot ini kami menyelam sekitar 50 menit sebelum muncul ke permukaan dan melanjutkan perjalanan ke pantai Harland sekitar 5 kilo meter dari pelabuhan depapre. di pantai ini kami beristirahat, makan sambil menunggu waktu untuk penelamn kedua hari itu. sambil menunggu tentunya kita foto-foto narsis dong…😀

Harland :

MempunyaiPantai indah yang letaknya tak jauh dari Pantai Tablanusu. Namanya Pantai Harland. Berada disini rasanya seperti memiliki pulau pribadi lho..soalnya letak lokasinya yang hanya bisa ditempuh lewat perahu motor selama kira-kira 10 menit dari dermaga Depapre dan mungkin bagi sebagian orang enggan menempuh perjalanan seperti itu, membuat pantai ini tak seramai tempat lain.

pantai ini pada saat sekarang ini lebih banyak diminati masyarakat yang mempunyai Hobi Snorkling, karena tidak jauh dari bibir pantai saja keindahan yang ditawarkan tidak terucapkan (lebayyy…:D) buktinya pada saat kami menuju ke pantai ini untuk beristirahat sejenak di dekat bibir pantai saya melihat banyak sekali snorkel warna-warni yang muncul dikulit air menandakan ada orangnya makanya pak tomas dalam mengemudikan boatnya harus berhati-hati untuk menuju ke pantai.

Satulagi saya dapat alasan Untuk ingin menikmati semua ini ujan bukan masalah, mereka yang ada di pantai Harland hari itu sebagian besar menginap disana dari sehari sebelumnya saking niatnya ada yang bawa sound system untuk berkaraoke ria disana. ah mantab skali rupanya..

Setelah beristirahat kurang lebih Dua jam kami melakukan penyelaman kedua. namun untuk kali ini tidak semua bisa turun karena tabung oksigen yang tersedia hanya 4 tabung saja sehingga yang bisa turun adalah pak thomas, frederik, gin gin dan tentunya saya. saya harus turun karena katanya saya yang pegang kamera biar bisa foto-foto heheh.

saya sudah bisa membayaangkan yang Snorkling aja terbelalak melihat kecantikan karangnya Harland bagaimana dengan kita yang menyelam disana? wah pasti seru… kami berempat turun dengan kedalaman 9 meter. tentunya diving kedua tidak boleh lebih dalam daripada yang pertama. Yang pertama tadi kami di 15 meter. ternyata darah yang kami selami arusnya cukup kuat dan disini visibility airnya sangat buruk pengaruh hujan semalaman sayang sekali, tapi hal trsebut tidak menurunkan motivasi untuk terus meng “eksplore” keindahan Under Waternya Harland.

pada penyelaman kedua ini banyak kami lebih cepat naik dari sebelumnya tercatat di divecom sekitar 40 menit karena kondisi yang sedikit kurang baik untuk hari itu.

Ada yang menarik di spot ini, saya terlepas dari rombongan karena keasikan motret.. walah… jarak pandang yang sangat terbatas membuat saya tidak bisa sama sekali melihat jauh dan begitupun dengan mereka tidak bisa lihat saya, mana arusnya kencang banget, untungnya saya tidak panik karena begitu saya melihat deep meter ternyata saya lagi di kedalaman 6 meter, sehingga saya putuskan untuk tetap ditempat sambil naik pelan2 (tiap 3 meter istirahat 3menit). beberapa saat saya mendengar rekan-rekan membunyikan tabung oksigen mereka gengan cara memukul dengan kawat yang di pegang saya mendengar tapi tidak tau itu bunyi datang dari arah mana saya tetap saja di tempat sambil berharap mereka menemukan saya. betul tidak lama saya melihat mereka tetapi mereka membelakangi akhirnya mereka melihat saya setelah saya setelah mendengar tabung saya bunyikan pake batu dan mengatakan “ok” kemereka ( ibu jari dan telunjuk membentuk angka 0, jari tengah jari manis dan kelingking tegak lurus) dan dibalas oleh mereka juga.

Dua penyelaman yang sungguh berkesan bagi saya dan akan saya jadikan pelajaran terus menerus untuk bekal ke spot lainnya di mana saja.[]

8 responses to “Secuil Keindahan Laut Papua

  1. satu kata setelah baca posting yg ini>>> menyesal<<<<

    menyesal gk bisa ikut..
    Harland memeng indah saya blm perah diving di harland tp klw snorkling jangan di tanya..heheh..
    Terumbu karang n bioata lautnya sangat bagus…
    bahkan 1 hari sy pernah bekunjung k pulau harland ini…kondisi air sendang surut, sehingga terumbu karang ( hardcoral ) mucul kepermukaan…indah sekali…..

    salam Eky bwt lumba lumba diver yang pada narsis…..hahahahhahah
    ( padahal yg ngomong juga sama )

  2. mas alan, ada kontak yg bisa di hubungi? saya pendatang baru di jayapura dan mau tanya2 ttg lumba2 dive club jayapura.
    thanks

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s