Sade, Desa asli suku Sasak

IMG_3140

Peribahasa Suku Sasak : Aiq segare bae iniq sat (air laut saja bisa surut) : Rezki itu tidak tetap datangnya.

Ini merupakan Solo trip saya yang kesekian kali namun untuk yang pertama kalinya ke pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. salah satu tempat yang akan saya kunjungi di pulau ini adalah Desa Sade. karena satu arah dengan Pantai Kute Lombok, dari mataram saya melakukan perjalanan Ke Pantai Kute (46km) dulu kemudian balik ke desa sade (kute-sade 8km ke arah mataram).

SADE SASAK-3170

Selamat Datang Di Desa SADE

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dari Bandara Udara Internasional Lombok, Desa Sade tidak begitu jauh sekitar kurang setengah jam perjalanan dengan Mobil. Di desa Sade, saya masih bisa menyaksikan bentuk rumah Sasak asli yang beratap rumput/alang-alang yang sudah di keringkan dengan tradisi masyarakat setempat yang masih asli. walaupun desa ini persis berada di pinggir jalan raya beraspal (mulus lagi), masyarakat masih tetap mempertahankan keaslian Desa.

SADE SASAK-3136

Bale Tani, satu dari delapan jenis Bale (rumah) suku Sasak

Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

SADE SASAK-3151

Pak Mesah, pemandu wisata sasak sedang menjelaskan kepada saya tentang “Bale”

Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’

IMG_3139

Pengalas tiang pada bale penyimpan hasil pertanian di buat berbentuk bulat dimaksudkan supaya hama tikus tidak bisa masuk melalui tiang bale

Sewaktu memasuki desa ini, saya langsung di hampiri salah seorang Sasak asli dengan menggunakan kaos oblong dan kain sarung -belakangan saya tau kalau kain sarung itu di tenun sendiri oleh istrinya- dan menggunakan tanda pengenal bertuliskan “Pemandu Wisata”.. Oh sepertinya sudah menjadi Prosedur tetap bahwa setiap pengunjung yang datang ke desa ini akan langsung di sambut oleh mereka (Pemandu Wisata).

Namanya Pak Mesah, kesan pertama yang saya dapatkan dari pak mesah adalah orangnya sangat ramah dan keramah tamahannya itu tidak di buat2 dan merupakan cerminan orang sasak asli yang memang ramah.dia langsung menjelaskan kepada saya bahwa di desa ini ada 150 Rumah, yang di huni oleh 700 jiwa yang semuanya orang sasak dan mereka Menikah Sepupuan di desa tersebut.

SADE SASAK-3164

Salah satu sovenir orang sasak, Topi sasak yang terbuat dari daun pandan

Pak Mesah juga menginfokan bahwa di desa ini ada delapan jenis rumah “bale” yaitu Bale Tani, Jajar, Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali sholat dalam sehari). tapi sekarang sudah di jalankan secara 5 waktu.

IMG_3160

Tungku api terbuat dari tanah liat

Uniknya desa ini, mereka punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau. Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air. waktu saya memasuki salah satu bale yang di ceritakan, saya tidak melihat adanya kotoran kerbau yang di maksud sekalipun baunya sama sekali tidak ada bau. karna saya sudah membayangkan pasti baunya ada ternyata tidak ada. Selain Ramah mereka orang sasak memang pintar heheh.

Etnik Sasak yang mendiami pulau Lombok (berasal dari kata sak-sak Lombok. Artinya, hanya jalan lurus satu-satunya jalan sejati yang harus dilalui demi keselamatan dunia dan akhirat). Secara bahasa istilah kesukuan masyarakat Lombok yang disebut “sasak” sesungguhnya berarti juga ragam, corak dan keberbagaian.

Perempuan Sasak di desa ini Semuanya pintar menenun.Mereka memproduksi kain tenun ikat Lombok yang indah dan menawan. Saya masih bhttps://alanmn.wordpress.com/wp-admin/post-new.php?post_type=post#isa menyaksikan mereka menenun dan langsung menjual hasil tenunannya itu pada para pengunjung.saya pun membeli beberapa kain dan syal untuk oleh-oleh.

SADE SASAK-3142

Perempuan Sasak mempunyai keahlian bembuat kain tenun yang indah

SADE SASAK-3148

Selain kain tenun, orang sasak sade juga membuat perhiasan-perhiasan atau pernak-pernik atau aksesoris khas Sasak seperti gelang, kalung, anting, dan cincin. Pernak-pernik tersebut bisa dijadikan cinderamata untuk dibawa pulang. Harganya pun tak mahal, juga masih bisa di tawar.

SADE SASAK-3152

Kain yang di tenun benangnya pun di pintal sendiri oleh mereka, biasanya yang memintal benang usianya lebih tua dari pada penenun

Memang tak dapat dipungkiri, Desa Sade tetap dipertahankan sebagai desa asli suku Sasak ditujukan untuk kepentingan pariwisata. Oleh pemerintah setempat, Desa Sade dijadikan sebagai objek wisata bagi para wisatawan, baik domestik maupun internasional karena banyak desa asli suku Sasak yang sudah punah atau berubah bentuk mengikuti perkembangan zaman. Hanya Desa Sade yang masih bertahan dan tetap dipertahankan keasliannya.

SADE SASAK-3135

Hasil Produksi kain mereka tidak di jual di tempat lain, tetapi di halaman depan Bale di tempat mereka langsung menenun sehingga keasliannya terjamin.

Upaya mempertahankan keaslian desa Sasak Sade tersebut didukung pula sepenuhnya oleh masyarakat setempat. Ini terlihat dari pola dan gaya hidup mereka yang masih bersahaja dan tradisional, tanpa adanya pengaruh unsur-unsur modernisasi yang berarti. Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari pun masih bahasa Sasak asli. Demikian pula dengan rumah mereka yang masih asli khas Sasak, selain beratap alang-alang, lantai dasar rumah mereka juga terbuat dari tanah liat yang sudah mengeras seperti batu. Pintu masuk rumah pun tak melebihi tinggi orang dewasa. Hal ini dimaksudkan agar setiap tamu yang datang ke rumah mereka akan segera menunduk ketika melewati pintu masuk tersebut. Ini merupakan simbol untuk menghormati si tuan rumah atau pemilik rumah. hmm.. mereka selain Ramah, Pintar, ternyata mempunyai nilai Filosofis yang tinggi juga.

SADE SASAK-3162

SADE SASAK-3168

orang sasak sade juga membuat perhiasan-perhiasan atau pernak-pernik atau aksesoris khas Sasak seperti gelang, kalung, anting, dan cincin.

SADE SASAK-3156

Koin yang di jadikan “mata” kalung, dulunya koin tersebut merupakan alat tukar bagi orang sasak

oh iya sewaktu mengelilingi desa tersebut oleh pak Mesah saya selalu di perkenalkan sama semua penduduk yang kita lewati. atau yang kita temui seperti ibu2 yang sedang menenun, anak2 atau bapak2 yang sedang menjual pernak pernik mutiara dll.. caranya memperkenalkan dengan menggunakan bahasa sasak. pak mesah mengatakan ke saya “Abang saya kenalin ke mereka, ini tamu saya dari Papua dan mereka Heran, Tidak Percaya dan kaget, senang” nah loh… ada apa ini hehehhe..

Rupanya untuk ketemu dengan orang Eropa, Amerika, Australia mereka sudah terbiasa. tapi mereka sangat terkesan kalau ketemu dengan orang Papua. Mind set orang sasak Disade bahwa Papua = Emas + Persipura hehe…

Benarkah seperti itu??

Salam,

Nur Alam Mn

Lihat Peta :

4 responses to “Sade, Desa asli suku Sasak

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s