Doyo Lama, Keindahan alami di “belakang rumah”

Sunset @Sentani Lake

Keindahan seperti ini setiap harinya bisa di saksikan langsung oleh masyarakat Doyo lama walaupun hanya dari Belakang rumah mereka

“Yoo.. tinggal hunting sendiri2 truss”.. begitulah pesan canda di bbm yang saya terima dari seorang teman sesaat setelah saya memasang foto diatas sebagai Display Picture BBM. teman yang punya hobi sama sebagai Landscaper karena sebelumnya beberapa foto yang saya pasang di Dp bbm adalah landscape banda neira, yang di asumsikan saya jalan terus dan hunting foto terus dan itu sendiri tidak pake ajak-ajak.

Akhirnya saya bisa motret lagi di Tempat ini setelah beberapa tahun yang lalu saya kesini Hunting Sunset bareng Ipank Bulb dan Aldo Simanjuntak. tapi kali ini tidak benar-benar di khususkan untuk Hunting Foto Landscape tapi untuk sedikit pekerjaan foto take untuk prewedding temannya teman.

beberapa teman yang lain hanya mengomentari fotonya saja Indah, keren, cantik dan sebagainya. ya memang indah. saya sendiri mengakui itu lokasinya di Doyo Lama salah satu kampung yang berada di pinggiran Danau sentani tepatnya Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura berjarak kurang lebih 50-an kilo meter dari Kota Jayapura. ada kenikmatan tersendiri menikmati indahnya danau sentani saat sunset. setelah mengejar sunset ke beberapa tempat di luar papua saya tersadar kembali bahwa di “Rumah Sendiri” juga tersimpan keindahan yang kadang terabaikan.

Danau sentani sendiri berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar (luas kan?) dan berada pada ketinggian 75 mdpl dan merupakan danau terbesar di Papua.

Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti “di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898.

setelah mengambil beberapa foto untuk ke perluan prewedding temannya teman tadi kami kembali ke arah sentani. belum berapa jauh kami berjalan saya melirik ke kaca spion terlihat mataharinya (yang tadi ketutup awan tebal) muncul lagi dengan tegas di ufuk barat danau sentani. saya meminta ke mereka untuk bersabar sebentar sambil melihat keajaiban yang akan terjadi dengan bergesernya awan tebal yang membungkus matahari tadi. ternyata benar2 awan tebal itu pergi. dan kami mengambil beberapa foto lagi di sekitaran bukit Salib (yang menurut teman saya namanya Bukit Norah Jones :d).

Setelah beberapa foto sudah di ambil client kembali ke dalam mobil, tapi saya tetap terus memotret keindahan Sunset yang oleh Orang Jayapura hanya bisa di nikmati kalau kita ke Danau Cantik ini (lebay ka tra?? heheh). saya berfikir lagi betapa senangnya Masyarakat di kampung Doyo ini yang setiap harinya bisa menyaksikan keindahan alami seperti ini. Air danau yang tenang, Bukit-bukit yang diselimuti ilalang nan hijau yang lebih mirip dengan bukit-bukit di film Teletabis (eh itu kah? saya lupa namanya), hangatnya matahari terbenam yang mempesona semua itu bisa di nikmati langsung walaupun ini merupakan sesuatu yang berada di belakang rumah mereka.

spot danau sentani di kampung doyo ini memang begitu mempesona walaupun banyak yang sekedar lewat saja di tempat ini tapi tetap saja akan menjadikan perjalanan yang menyenangkan kalau melewati tempat ini.

Salam,

Nur Alam Mn

Lihat peta :

3 responses to “Doyo Lama, Keindahan alami di “belakang rumah”

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s