Bangunan pertahanan di pulau Banda Besar dan Gunung Api, Banda

IMG_9533

Perjalanan Dari Neira Ke Gunung Api dan Lonthoir harus menggunakan Motor Boat

Kunjungan saya ke Banda Neira benar-benar di suguhi suasana masa lampau dimana VOC (dalam tulisan saya tentang pulau ini, saya tidak akan menuliskan tentang Belanda disini, walaupun mereka itu orang Belanda namun VOC adalah perusahaan asal belanda yang mempunyai angkatan perang, prajurit, armada kapal dan pasukan perang sendiri. bukan Pemerintahan “Official” Belanda yang datang ke pulau ini) menguasai pulau yang merupakan produsen tunggal buah Pala untuk pasar rempah Dunia untuk di monopoli.

IMG_9240

Pala merupakan komoditas yang laku keras di pasaran dunia, khususnya di negara-negara Eropa

Setelah saya berkeliling pulau Neira dan menyaksikan bangunan peninggalan sejarah disana seperti Benteng Begica dan Nassau, pulau banda besar menjadi tujuan berikutnya (Jum’at, 03 Mei 2013). namun sebelum mengunjungi pulau banda besar (tujuan saya adalah Lonthoir dan Wajer) saya menyempatkan diri untuk mendaki gunung api (walaupun hanya mampu sampai di 400mdpl dan gagal sampai ke puncaknya 666mdpl) dan juga ke Benteng Colombo yang letaknya persis di bagian barat Gunung Api.

mengunjungi benteng di banda neira ini adalah tujuan utama saya. dalam catatan, terdapat 6 benteng di Pulau Banda Neira ini antara lain. Belgica dan Nassau di pulau Neira, benteng Colombo letaknya di Gunung Api, Benteng Hollandia di lonthoir, Benteng Concordia di Wajer, benteng Revengie di Pulau Ai. namun untuk postingan saya kali ini adalah tentang benteng yang ada di Banda Besar dan Gunung Api.

MAP OF BANDA

Lokasi benteng Colombo letaknya di “Kota” Gunung Api, Benteng Hollandia di lonthoir, Benteng Concordia di Wayer

Benteng Colombo (Kijk In Den Pot)

Benteng Colombo-gunung api

Nama asli benteng ini Kijk In Den Pot, dibangun oleh Van der Vliet tahun 1664. Berada tepat di gunung api banda neira di sisi barat

Nama asli benteng ini Kijk In Den Pot, dibangun oleh Van der Vliet tahun 1664. Berada tepat di gunung api banda neira di sisi barat. untuk ke benteng ini tidak harus mendaki gunung api. cukup berjalan kaki di tanah datar kurang lebih 1 kilo meter dari setelah perahu merapat di tepian gunung. untuk ke lokasi ini, kita bisa naik perahu dari pulau neira yang letaknya tidak jauh dari Hotel Delfika tempat saya menginap.

kondisi benteng yang lokasi persisnya oleh masyarakat setempat di sebut”Kota” saat ini sudah hancur sama sekali tidak terawat, hanya menyisakan puing-puing tembok benteng yang dulunya di bangun untuk mengawasi dan mengintai lalu lintas kapal di sekitaran gunung api dan pulau banda besar.

Benteng yang menghadap langsung ke Desa Lonthoir ini kemungkinan mempunyai kondisi hancur ini dikarenakan Gempa yang di akibatkan letusan gunugn api. sisa temboknya kini diselimuti lumut di antara belukar membentuk setengah lingkaran. Namun kawasan Kota menjadi tempat mancing favorit penduduk. Bahkan sebagian laut di depannya dipasang kerambah untuk memelihara ikan.

IMG_9552

Jalur tumpahan Lahar dari letusan gunung api, tidak jauh dari “kota” lokasi berdirinya Benteng Colombo

Benteng Hollandia (Fort Lonthoir/Fort Hollandia)

Benteng Holandia - lonthoir

Gerbang Benteng Holandia, benteng yang dibangun pada tahun 1642 berhadapan dengan rumah besar Gubernur Jenderal VOC (Istana Mini) di Neira.

Benteng ini dibuat pada tahun 1642 berhadapan dengan rumah besar Gubernur Jenderal VOC (Istana Mini) di Neira. Awalnya benteng ini bernama Fort Lonthoir. Kemudian nama ini diubah oleh Pieter Vlak menjadi Fort Hollandia. Benteng itu dibangun untuk mengendalikan lalu lintas laut yang melintas selat antara Naira dan Lonthoir, terutama untuk memonitor aktivitas perdagangan pala dan fuli di desa/kampung sepanjang pantai pulau Lonthoir.
Secara umum bangunan benteng Holandia dibangun dari susunan batu andesit, batu karang dan juga bata. Beberapa bagian bangunan masih menampakkan dulunya banguan ini diplester dengan bubuk kapur.

Bahan banguna tersebut hampir semuanya terdapat di lingkungan setempat. Untuk jenis bahan bata tampaknya baru digunakan kemudian, karena hanya digunakan pada beberapa bagian. Bata mulai diproduksi sekitar tahun 1750an terutama dari pulau Rozengain.

Kondisi Benteng Hollandia secara keseluruhan masih tampak utuh kecuali dinding pada sisi timur yang tidak ada lagi, informasi penduduk menyebutkan bahwa material dinding digunakan oleh penduduk untuk membangun rumah tinggal.Berdasarkan pengukuran yang dilakukan pada dinding bagian depan dengan panjang 18 meter dengan ketebalan dinding benteng adalah 190 cm. Sementara itu, pengukuran pada dinding bagian atas bastion barat laut (sisi kiri pintu masuk) ketebalan dinding yaitu 60 cm. Pada sudut bastion terdapat pos jaga (bilik intai) berbentuk bulat.

Benteng yang menghadap timur laut 30º dari utara ini memiliki luas sekitar 450 M2 ini memiliki struktur bangunan dengan beberapa ukuran. Tinggi gerbang pada benteng Hollandia secara keseluruhan adalah 3.30 M, sedang tinggi pintu 2.20 M dan lebar 1.30 M. Ketebalan dinding pintu yang tampak pada lorong pintu masuk adalah 2.30 M. Pengukuran yang dilakukan pada bagian dalam benteng memperlihatkan ukuran dinding barat adalah 18, 60 meter, dan dinding selatan adalah 24.10 meter. Adapun ukuran dinding bagian depan (sisi utara) berdasarkan pengukuran dari luar lebih kecil yaitu 18 meter karena adanya bagian bastion pada setiap sudut benteng.

Gunung Api Dari lhonthoir

Gunung Api Pemandangan yang bisa di saksikan dari benteng Hollandia

Sementara itu, pada bagian bawah bastion barat laut terdapat sebuah ruangan dengan ukuran 3.72 x 2.55 cm. Bagian atas pintu masuk ruangan ini berbentuk setengah bulat, pintu ini memiliki tinggi 1.86 M dan lebar 1.07 M, adapun ketebalan yang tampak pada pintu adalah 1.60 M. Dari depan benteng Hollandia pemandangan sunguh menakjubkan kearah Gunung Api.

Untuk mencapai benteng ini harus berjalan memutar dari kampung Lonthoir dan kemudian menaiki tangga sekitar 260 buah anak tangga.Tangga ini diperbarui pada tahun 1754 sebagaimana tertulis pada sebuah batu prasasti di ujung bawah anak tangga. Prasasti tangga berbentuk persegi berukuran panjang 62 cm dan lebar 36 cm.

IMG_9049

Anak tangga menuju ke Benteng Hollandia di Lonthoir Atas

IMG_9050

Tulisan yang ada berbunyi:
DESE TRAP IS VERNIEUWT IN DEN JAARE 1754 ONDERT GEBIET VAN DEN WELEDELEN AGTB=HEER REY NICUS SIERSMA GOUVERNEUR EN DIRECTEUR DE SER PROVINTIE.

Data lain dari area sekitar benteng adalah sebuah sumur tua (Parigi Lonthoir) dan Batu tempat perjanjian antara masyarakat Lonthoir dan Belanda.Parigi Lonthoir; terletak pada sebuah lereng bukit, kearah atas perkebunan dari Perk Kelle. Sumur ini berbentuk persegi pada bagian luar dengan ukuran 220 x 173 cm, sementara itu pada bagian dalam berbentuk bulat dengan diameter 280 cm. Konon air dari sumur ini pernah menjadi penyuplai air bersih ke pemerintahan Belanda di Batavia yang diangkut dengan kapal. Saat ini air dari sumur ini dikhususkan untuk kepentingan uacara ritual.

Disekitar benteng ini juga saya menemukan kuburan orang belanda yang menurut tulisan di batu nisan kuburan tersebut adalah seorang Putri Petinggi VOC yang meninggal dan di kuburkan di pulau ini dengan beberapa warga kebangsaan belanda lainnya sekitaran tahun 1888. kuburan ini letaknya persis di tengah2 kebun pala (Sepulau-pulau Banda ini Pala semua isinya, sehingga apapun aktifvitas anda di banda, dipastikan anda berada di tengah kebun pala)

IMG_9233

Makam sekitar Benteng Hollandia di buat tanggal 20 April 1888

Benteng Concordia (Fort Wayer/Fort Concordia)

Benteng Concordia-wayer

Benteng Concordia memiliki dua pintu masuk yaitu pintu yang mengarah ke laut dan satu lagi yang mengarah ke darat.

Benteng ini terletak di desa Wayer, tidak jauh dari pantai, di mana keletakannya menghadap tenggara 120º dari utara, berada di atas tebing yang langsung berhadapan dengan laut. Pengukuran yang dilakukan dari luar pada sisi dinding yang mengarah ke laut, menunjukkan ketinggian dinding benteng yaitu 4.80 M. Benteng ini memiliki dua pintu masuk yaitu pintu yang mengarah ke laut dan satu lagi yang mengarah ke darat. Pintu yang mengarah ke darat memiliki ukuran yang lebih tinggi dengan adanya ornamen pada bagian luar pintu sehingga secara keseluruhan memiliki ukuran yaitu 3.70 M, sementara ukuran ambang pintu yaitu tinggi 2.25 M dan lebar 1.85 M dan panjang lorong pintu yaitu 2.80 M. Adapun ukuran ambang pintu yang mengarah ke laut yaitu 2.40 x 1.90 M dan panjang lorong pintu yaitu 2.70 M.

Pada setiap sisi dinding benteng diperkuat dengan dua lapis dinding yang masing-masing memiliki ketebalan yaitu 75 cm pada bagian luar dan 70 cm pada bagian dalam. Pada bagian tengah kedua lapisan dinding tersebut terpisah dengan jarak 90 cm yang kemudian diisi dengan tanah, bagian ini sekaligus merupakan jalur parit pengintai untuk mobilitas prajurit dan amunisi.

Saat ini, hanya tersisa tiga bastion yang ada pada setiap sudut benteng. Salah satu bastion yang ada pada sudut barat (sisi kiri pintu yang mengarah ke darat) tidak ada lagi. Pengukuran yang dilakukan pada bastion timur menunjukkan tinggi dinding bastion bagian dalam yaitu 80 cm dengan ketebalan 90 cm. Pada bastion ini pula ditemukan sebuah meriam dengan panjang 2.45 M, diameter kuping 10 cm, diameter moncong 10 cm, diameter pangkal 40 cm.

Adapun ukuran pada setiap sisi dinding yaitu pada dinding yang mengarah ke laut (tenggara) yaitu 17.10 Mr; dinding timur laut (Timur-Utara) yaitu 16.50 M; dinding barat laut (Utara-Barat) yaitu 17.20 M; dan dinding barat daya (Barat-Selatan) yaitu 16.20 M. Perbedaan ukuran pada kedua sisi yang berlawan memiliki ukuran berbeda karena bastion yang menghubungkan dinding barat laut dan barat daya telah roboh. Adapun ketiga bastion yang masih tersisa masing-masing memiliki empat sisi dinding yang ukurannya relatif sama yaitu dua sisi yang menghubungkan sisi dinding benteng yaitu 5 meter dan dua sisi dinding yang lebih panjang dan dan saling berhubungan sehingga membentuk sebuah sudut dengan panjang yang bervariasi antara 12.50 – 13.0 M.

Perjalanan dari Lhontoir ke Wajer saya tempuh dengan menggunakan motor Ojeg. dan saya harus menembus medan yang cukup berat. jangan berfikir jalan yang akan di lalui adalah jalan aspal. Dari Lhontoir ke Walang jalannya masih baik terbuat dari beton semen, sementara dari walang ke salamun adalah jalan Tanah yang masihn rata. sedangkan dari salamun ke Wajer bukan lagi jalan rata. kita harus mendaki taik turun bukit sebanyak 7 – 8 bukit. untuk menggunakan motor disini motor hanya bisa di gunakan oleh satu orang tidak bisa boncengan karena jalannya sangat licin terjal dan sempit. saya benar2 harus bekerja keras untuk mau sampai ke benteng Concordia ini karena sejak pagi harus Naik Gunung api, kemudian berjubaku dengan semak belukar untuk menuju ke benteng colombo di gunung api, menaiki 260 anak tangga menuju benteng Hollandia dan harus jalan kaki lagi naik turun bukit dari salamun ke wajer melewati kampung Dender.

IMG_9250

Kondisi jalan terjal dan berliku menuju ke Wayer dari Desa Salamun

IMG_9251

Dikiri kanan jalan terdapat banyak Pohon Kenari yang menjulang tinggi

Namun semuanya terbayar lunas ketika saya berhadapan langsung dengan pintu gerbang Benteng Concordia dan itu terjadi disaat saya sampai di Desa Wayer. Artinya, Begitu kita tiba di Wayer lewat jalan darat hal pertama yang kita langsung di sambut oleh benteng Fort Concordia juga dikenal dengan Fort Wayer. Letaknya di desa Wayer di pantai timur pulau Lonthoir. Pada masa kejayaan perdagangan rempah-rempah, benteng ini berfungsi sebagai suatu “watchtower” menara pengawas untuk semua perkebunan di wilayah sisi timur pulau Lonthoir. Benteng ini juga menjadi sarana pengawasan jalur laut dari sisi selatan sebelum memasuki selat yang menuju pulau Neira sebagai pusat pemerintahan dan pusat dagang VOC.

Saya Di depan Benteng Concordia

Saya yang merasa bahagia Bisa sampai ke Benteng Concordia setelah melalui jalan terjal dan berliku

Setelah puas mengambil beberapa frame foto di benteng ini, masalah belum selesai. saya harus kembali ke salamun dan ke walang untuk selanjutnya naik boat ke pulau neira. namun juga harus melewati jalan yang saya ceritakan di atas tadai. betapa sangat ironis bagi kecamatan yang konon mempunya Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar untuk Kabupaten Maluku Tengah bahkan Provinsi Maluku namun tidak di dukung oleh infrastruktur jalan yang memadai..Ah.. Sudahlah kita bahas itu di tulisan yang lain nanti.. saya masih harus memikirkan bagaimana saya harus balik tapi tidak harus berhadapan dengan medan berat…

IMG_9442

Nampak dari kejauhan pintu gerbang Benteng Concordia yang menghadap ke laut

Setelah berdiskusi dengan masyarakat sekitar, saya di sarankan untuk Naik Boat dari Wayer ke Neira dan mereka menawarkan tarif Rp.400.000 dan kita “Deal” Di Harga Rp.300.000. sebaiknya lewat laut saja dari pada harus naik turun 8 bukit berjalan kaki ke salamun apalagi hari sudah menjelang malam.

IMG_9468

Motor Boat yang mengantarkan saya dari Wayer ke Pulau neira menjelang Malam

Dan saya akhirnya meninggalkan wayer dari dermaga kecil yang letaknya tepat di belakang Benteng Concordia. dalam waktu kurang dari sehari, saya menyaksikan banyak sekali sejarah beberapa abad lalu yang pernah tercatat di pulau cantik ini, Pala yang di perebutkan, Bangunan Pertahanan, Pemandangan alam yang indah, fenomena Alam di gunung Api. Sungguh Petualangan yang luar Biasa dan hanya ada di Banda Neira[]

Salam,

Nur Alam Mn

Lihat Peta :

Silahkan tinggalkan komentarnya... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s